Widya Kurniati Mohi Teliti Transformasi Pelayanan Pendidikan PTS di Gorontalo melalui Dynamic Governance

Oleh: Yanti Aneta . 5 Mei 2026 . 14:37:28

Gorontalo – Inovasi dalam tata kelola pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan melalui penelitian Disertasi yang dilakukan oleh Widya Kurniati Mohi dengan judul “Dynamic Governance Dalam Transformasi Pelayanan Pendidikan Pada Perguruan Tinggi Swasta di Provinsi Gorontalo.” Penelitian ini mengkaji bagaimana perguruan tinggi swasta (PTS) beradaptasi dan bertransformasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di tengah dinamika perubahan lingkungan.

Penelitian ini bertujuan menganalisis tiga kapabilitas utama dalam konsep Dynamic Governance, yaitu Thinking Ahead (berpikir ke depan), Thinking Again (evaluasi kebijakan), dan Thinking Across (pembelajaran lintas gagasan). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif, melibatkan informan dari unsur pimpinan PTS, LLDIKTI, serta APTISI. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kapabilitas tersebut belum berjalan optimal. Pada aspek Thinking Ahead, ditemukan ketidaksesuaian antara visi-misi institusi dengan implementasi kebijakan, serta keterbatasan sumber daya dan budaya organisasi yang masih resisten terhadap perubahan. Pada Thinking Again, proses pengambilan keputusan berbasis data belum berjalan efektif karena ruang refleksi kritis terhambat oleh struktur organisasi yang cenderung hierarkis. Sementara itu, pada Thinking Across, integrasi perspektif lintas disiplin dan kolaborasi antar unit masih lemah akibat koordinasi yang belum optimal serta kebijakan yang belum operasional.

Sebagai temuan kebaruan, penelitian ini memperkenalkan konsep Thinking Alignment, yaitu upaya penyelarasan antara strategi, kebijakan, implementasi, sumber daya, serta mekanisme evaluasi. Konsep ini diyakini mampu mendorong pengambilan keputusan berbasis bukti, evaluasi adaptif, serta pembelajaran lintas batas yang lebih konsisten.

Menariknya, penelitian ini juga mengangkat kearifan lokal Gorontalo, yaitu modelowa, sebagai landasan kultural dalam penerapan Thinking Alignment. Nilai modelowa yang menekankan kehati-hatian, musyawarah, dan harmoni sosial dinilai relevan dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif dan kolaboratif.

Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup penguatan tata kelola berbasis data melalui integrasi sistem akademik, mutu, dan keuangan; perbaikan regulasi internal yang lebih inklusif; peningkatan kapasitas sumber daya manusia; serta pembentukan forum kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan jejaring akademik.

Ujian Disertasi ini diuji oleh tim penguji yang terdiri dari Ketua Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP, Sekretaris Prof. Dr. Ir. Hasim, M.Si serta koordinator program studi sekaligus Co promotor 2 ibu Dr. Yanti Aneta, S.Pd., M.Si. Sebagai promotor Ibu Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si, dengan co-promotor 1 Dr. Zuchri Abdussamad, M.Si.

Selain itu, penguji internal terdiri Prof. Dr. Sastro Mustapa Wantu SH. M.Si dan Dr.Muchtar Ahmad M.Si, serta penguji eksternal Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang.

Adapun Koordinator Program Studi Doktor Administrasi Publik Ibu Dr. Yanti Aneta, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki kontribusi strategis dalam pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya pada sektor pendidikan tinggi. “Disertasi ini tidak hanya memperkaya kajian dynamic governance, tetapi juga menghadirkan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Gorontalo yang sangat relevan dengan kebutuhan tata kelola pendidikan saat ini. Ini menjadi salah satu model yang dapat direplikasi oleh PTS lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Promotor Prof. Dr. Asna Aneta menekankan bahwa proses pembimbingan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk memastikan kedalaman analisis dan kebaruan penelitian. “Kami mendorong peneliti untuk tidak hanya memahami konsep dynamic governance secara teoritis, tetapi juga mampu mengelaborasikannya dalam konteks empiris lokal. Melalui proses diskusi yang panjang, lahirlah konsep Thinking Alignment yang menjadi kekuatan utama disertasi ini,” jelasnya.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi swasta yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal di Provinsi Gorontalo.

Agenda