
PURWOKERTO — Prestasi akademik mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali menunjukkan kiprahnya di forum akademik internasional. Kali ini, capaian membanggakan diraih oleh Ibu Litha Jeane Mantiri, mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, yang berhasil memperoleh penghargaan Best Presenter pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi catatan positif bagi pengembangan budaya akademik di lingkungan Pascasarjana UNG. Keberhasilan meraih predikat Best Presenter tidak hanya merepresentasikan kemampuan menyampaikan gagasan ilmiah secara sistematis dan argumentatif, tetapi juga memperlihatkan pentingnya penguasaan substansi penelitian, komunikasi akademik, serta keterlibatan aktif dalam pertukaran pengetahuan pada tingkat internasional.
Dalam partisipasinya pada konferensi tersebut, Litha Jeane Mantiri mengangkat subtema “Ethics, Accountability, and Anti-Corruption Culture” atau etika, akuntabilitas, dan budaya antikorupsi. Tema ini memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan kajian administrasi publik kontemporer, terutama dalam memperkuat integritas kelembagaan, meningkatkan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan, serta membangun budaya organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.
Dari perspektif administrasi publik, etika merupakan fondasi normatif yang mengarahkan perilaku aparatur dan pengambilan keputusan agar senantiasa berorientasi pada kepentingan publik. Akuntabilitas menjadi mekanisme untuk memastikan bahwa kewenangan, sumber daya, dan pelaksanaan kebijakan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Sementara itu, budaya antikorupsi tidak cukup dibangun melalui regulasi dan penindakan, tetapi juga membutuhkan internalisasi nilai integritas, keteladanan kepemimpinan, sistem pengawasan yang efektif, serta komitmen kolektif dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Etika memberikan landasan moral, akuntabilitas menghadirkan mekanisme pertanggungjawaban, sedangkan budaya antikorupsi mendorong terbentuknya norma dan praktik organisasi yang menolak segala bentuk penyimpangan. Tema yang diangkat memiliki arti strategis bagi pengembangan administrasi publik, khususnya dalam menjawab tantangan reformasi birokrasi dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Dalam konteks pendidikan doktoral, partisipasi mahasiswa pada konferensi internasional merupakan bagian penting dari proses pengembangan kapasitas intelektual dan profesional. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori dan metodologi penelitian, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan hasil pemikirannya kepada komunitas ilmiah yang lebih luas.
Forum internasional menyediakan ruang untuk menguji argumentasi, memperoleh perspektif baru, membangun jejaring kolaborasi, dan memperluas relevansi penelitian terhadap persoalan administrasi publik kontemporer.
Capaian Litha Jeane Mantiri juga mempertegas bahwa pendidikan doktoral memiliki orientasi yang lebih luas daripada sekadar penyelesaian disertasi. Pendidikan pada jenjang ini diharapkan mampu melahirkan peneliti dan akademisi yang memiliki kedalaman analisis, kemandirian intelektual, serta kemampuan menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan teori dan praktik tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, prestasi dalam forum akademik internasional dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan atas partisipasi mahasiswa dalam ekosistem pengembangan ilmu pengetahuan.
Bagi Program Studi Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, keberhasilan ini menjadi dorongan untuk terus membangun tradisi akademik yang produktif melalui penelitian, publikasi ilmiah, partisipasi konferensi, dan kolaborasi lintas institusi. Penguatan tradisi tersebut penting agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempertemukan persoalan-persoalan lokal dengan perkembangan diskursus administrasi publik di tingkat nasional maupun global.
Lebih jauh, prestasi ini menunjukkan bahwa kontribusi akademik dari daerah memiliki peluang untuk memperoleh pengakuan dalam ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Universitas dan mahasiswa di daerah memiliki peran strategis dalam menghasilkan perspektif ilmiah yang berangkat dari realitas sosial, kebutuhan masyarakat, serta dinamika penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan dukungan ekosistem akademik yang kuat, pengalaman lokal dapat dikembangkan menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi pembahasan persoalan publik secara lebih luas.
Penghargaan Best Presenter yang diraih Litha Jeane Mantiri dengan demikian patut dimaknai bukan hanya sebagai keberhasilan individual, melainkan juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kualitas riset, integritas akademik, dan komunikasi ilmiah.
Tantangan selanjutnya adalah bagaimana capaian tersebut dapat ditindaklanjuti melalui publikasi, pengembangan penelitian, serta diseminasi pengetahuan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya ilmiah, memperluas jejaring akademik, dan berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional. Budaya akademik yang unggul tumbuh ketika pencapaian individu menjadi sumber motivasi kolektif untuk terus belajar, meneliti, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan Ibu Litha Jeane Mantiri meraih penghargaan Best Presenter pada konferensi internasional IAPA 2026 di Universitas Jenderal Soedirman merupakan capaian yang layak diapresiasi. Dengan mengangkat subtema etika, akuntabilitas, dan budaya antikorupsi, prestasi ini sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan ilmu administrasi publik yang tidak hanya berorientasi pada efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga pada integritas, pertanggungjawaban, dan kepentingan masyarakat.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat semangat sivitas akademika Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo dalam membangun pendidikan doktoral yang berorientasi pada keunggulan akademik, pengembangan pengetahuan, dan kontribusi terhadap perbaikan tata kelola publik.